pada suatu ketika, sunflower membuat berang sang matahari...
matahari yang kecewa memutuskan untuk berpaling dan mengabaikan sunflower....
sunflower menggigil kedinginan, ketakutan dalam gulita dunianya sendirian...
ia senantiasa merindukan matahari
keheningan matahari terasa begitu mencekam...."matahari yang menolak bicara adalah suatu pertanda buruk", batin sunflower yang merana
hari demi hari, sunflower semakin ringkih dalam kelayuannya....
terombang-ambing dalam lautan kegalauan menanti vonis sang matahari...
dan itu dia...
matahari memutuskan meninggalkan dunia sunflower dan berpetualang ke galaksi lain
tak urung sunflower menangis... meneteskan sisa-sisa kehidupan dalam dirinya...
tetapi sunflower keras kepala... ketika ia memutuskan siapa mataharinya, saat itulah ia akan mencurahkan sepenuh rasa kepada sang pujaan... tanpa kompromi...
sunflower mengejar matahari....
berdoa sekuat tenaga agar semuanya kembali baik-baik saja
sunflower yang telah tiba di peraduan matahari
betapa pilu hatinya mendapati matahari yang dingin...
ia merindukan mataharinya yang hangat, yang selama ini menyinarinya
matahari yang lelah
mendadak sunflower dikuasai keinginan yang sangat kuat untuk merengkuh matahari ke dalam pelukannya... dan membuainya hingga ia terlelap...
betapa ia luar biasa sayang dengan makhluk ini....
matahari yang terluka
sunflower berbisik dalam relung hatinya,
"sungguh, aku tak pernah ingin menyakiti dan mengecewakanmu....
sungguh, aku ingin membahagiakanmu..... maafkan aku yang bodoh ini... maafkan aku..."
bersyukurlah matahari masih sudi bersinar di bumi
dan senyum sunflower merekah kembali....
dalam kesunyian malam, sunflower berdoa,
semoga saat ia bangun esok pagi, ia kembali dapat memandang wajah matahari...
selamanya...
hingga akhir hayatnya...
Teruntuk matahariku
Baca Selengkapnya...

