1.Edward Cullen dan Jacob Black
Kenapa mereka di tempat yang sama?
Well, karena sulit sekali memutuskan siapa yang lebih kusukai… dua cowok mengagumkan yang bahkan Bella pun sempat kalut dalam kebimbangan dibuat mereka.
Mereka dengan kelebihannya masing-masing yang sangat sukar untuk diabaikan… Es dan api…
Edward Cullen… teman ku pernah bilang, cewe mana sih yang mampu bergeming terhadap pesonanya (walaupun dia vampir). Terlepas dari wajahnya yang luar biasa rupawan dan bakatnya yang keren itu (membaca pikiran!! Ha, opsi yang akan ku ambil kalau diperbolehkan memilih kekuatan superhero yang dapat ku miliki… selain invincible…hehe). Tapi hal paling mengagumkan dari dirinya adalah bagaimana dia teramat mencintai Bella… betapa Bella menjadi inti eksistensinya semenjak ia memutuskan mencintai gadis itu… caranya menatap Bella, merengkuh Bella dengan lembut, kepedihannya jika Bella tersakiti, dan kegarangannya untuk melindungi Bella… Hmm, cukup membuat melting…
Tapi Edward dengan pengendalian dirinya yang kokoh itu kadang bikin bete juga ya… hehe… nah, disinilah sosok Jacob Black mulai menunjukkan taringnya (bisa diartikan secara harfiah juga :P).
Jacob, si werewolf berdarah panas dengan emosinya yang meledak-ledak. Namun berhati lembut, dan bisa menjadi sangat manis kalau dia ingin. Justru kespontanan dan kepolosannyanya itu kadang-kadang menjadi sangat menarik dan menyelamatkan keadaan. Ketulusannya tak perlu diragukan lagi. Cintanya terhadap Bella sama besarnya dengan yang dimiliki Edward. Malahan, menurutku Jacob lah yang paling terluka di antara mereka bertiga. Ia tetap kembali dengan luka yang masih berdarah-darah untuk dikoyak kembali jika itu yang dibutuhkan untuk kebahagiaan Bella…
Tapi untunglah keadaan berakhir dengan baik untuk cinta segitiga yang rumit ini. Karena Jacob akhirnya menemukan Renesmee-nya, imprint-nya…
Kenapa mereka di tempat yang sama?
Well, karena sulit sekali memutuskan siapa yang lebih kusukai… dua cowok mengagumkan yang bahkan Bella pun sempat kalut dalam kebimbangan dibuat mereka.
Mereka dengan kelebihannya masing-masing yang sangat sukar untuk diabaikan… Es dan api…
Edward Cullen… teman ku pernah bilang, cewe mana sih yang mampu bergeming terhadap pesonanya (walaupun dia vampir). Terlepas dari wajahnya yang luar biasa rupawan dan bakatnya yang keren itu (membaca pikiran!! Ha, opsi yang akan ku ambil kalau diperbolehkan memilih kekuatan superhero yang dapat ku miliki… selain invincible…hehe). Tapi hal paling mengagumkan dari dirinya adalah bagaimana dia teramat mencintai Bella… betapa Bella menjadi inti eksistensinya semenjak ia memutuskan mencintai gadis itu… caranya menatap Bella, merengkuh Bella dengan lembut, kepedihannya jika Bella tersakiti, dan kegarangannya untuk melindungi Bella… Hmm, cukup membuat melting…
Tapi Edward dengan pengendalian dirinya yang kokoh itu kadang bikin bete juga ya… hehe… nah, disinilah sosok Jacob Black mulai menunjukkan taringnya (bisa diartikan secara harfiah juga :P).
Jacob, si werewolf berdarah panas dengan emosinya yang meledak-ledak. Namun berhati lembut, dan bisa menjadi sangat manis kalau dia ingin. Justru kespontanan dan kepolosannyanya itu kadang-kadang menjadi sangat menarik dan menyelamatkan keadaan. Ketulusannya tak perlu diragukan lagi. Cintanya terhadap Bella sama besarnya dengan yang dimiliki Edward. Malahan, menurutku Jacob lah yang paling terluka di antara mereka bertiga. Ia tetap kembali dengan luka yang masih berdarah-darah untuk dikoyak kembali jika itu yang dibutuhkan untuk kebahagiaan Bella…
Tapi untunglah keadaan berakhir dengan baik untuk cinta segitiga yang rumit ini. Karena Jacob akhirnya menemukan Renesmee-nya, imprint-nya…
2. Bella Swan
Hmm, jarang-jarang aku memfavoritkan tokoh utama dalam urutan yang lumayan tinggi (sudah terbukti dengan Harry Potter).
Tapi Bella memang oke. Yah, walaupun kemartirannya agak mengingatkanku dengan Harry yang sok pahlawan itu, tapi gayanya yang santai, sederhana, dan cuek menjadi pesona tersendiri. Well, bisa dibilang Bella sempat membuatku benar-benar percaya dengan terus-menerus merasa bahwa dirinya tidak cantik, tidak istimewa dan sebagainya, sehingga tidak pantas untuk Edward. Tapi Edward dan Jacob, serta yang lain-lain sudah membuktikan hal yang sebaliknya. Dan setelah menjadi vampir sosoknya lebih keren lagi – menjadi luar biasa cantik tentu saja dan bakat istimewa, serta pengendalian dirinya yang hebat.
Yah, walaupun agak sebal juga karena dia mencintai Edward, tapi juga tidak bisa melepaskan Jacob - bukan kesalahan Bella sepenuhnya sih, Edward juga mempunyai andil atas keruwetan ini.
3. Alice Cullen
Sejak Bella mulai memasuki kehidupan Edward, sikapnya sudah sangat bersahabat dibanding personil Cullen lainnya (selain Edward tentunya). Kemampuannya untuk melihat masa depan sangat membantu Bella dan keluarga Cullen untuk mengantisipasi bahaya yang mengancam mereka. Walaupun tubuhnya kecil mungil – yang terlintas dalam benak ku, kalau Twilight ada versi Indonesianya, si imut Nyctagina yang paling pas untuk peran ini – tapi setiap gerakannya yang seperti menari sangat luwes dan anggun (bahkan untuk ukuran vampir). Dialah si kreatif dalam keluarga. Well, siapa lagi tokoh di balik pesta pernikahan Bella yang indah itu.
4. Seth Clearwater
Woo, ada lagi werewolf di daftar ini. Sulit untuk tidak menyukai Seth. Seperti kata Edward, ia belum pernah menemukan jiwa lain yang semurni dan setulus seperti yang ia lihat dalam pikiran Seth. Walaupun masih terbilang paling muda dalam kawanan werewolf, Seth tidak kalah pemberaninya dengan mereka. Perspektifnya yang masih polos tentang kebaikan dan kejahatan, membuat hubungannya dengan para vampir menjadi tidak masalah - apalagi setelah kerja sama yang gemilang dengan Edward saat melawan Victoria – tidak seperti werewolf-werewolf yang lebih dewasa, dimana unsur ego sangat mempengaruhi mereka.
5. Carlisle Cullen
Dokter vampir baik hati yang tanpa dirinya kisah ini mungkin tidak tidak akan ada. Karena dialah yang menciptakan Edward dan sebagian besar anggota keluarga Cullen lainnya dan yang mendidik mereka agar menjadi vampir “vegetarian” yang tidak membahayakan manusia. Bahkan geng werewolf yang sangat anti vampir merasa segan dan menghormati Carlisle atas komitmennya itu.
Hmm, jarang-jarang aku memfavoritkan tokoh utama dalam urutan yang lumayan tinggi (sudah terbukti dengan Harry Potter).
Tapi Bella memang oke. Yah, walaupun kemartirannya agak mengingatkanku dengan Harry yang sok pahlawan itu, tapi gayanya yang santai, sederhana, dan cuek menjadi pesona tersendiri. Well, bisa dibilang Bella sempat membuatku benar-benar percaya dengan terus-menerus merasa bahwa dirinya tidak cantik, tidak istimewa dan sebagainya, sehingga tidak pantas untuk Edward. Tapi Edward dan Jacob, serta yang lain-lain sudah membuktikan hal yang sebaliknya. Dan setelah menjadi vampir sosoknya lebih keren lagi – menjadi luar biasa cantik tentu saja dan bakat istimewa, serta pengendalian dirinya yang hebat.
Yah, walaupun agak sebal juga karena dia mencintai Edward, tapi juga tidak bisa melepaskan Jacob - bukan kesalahan Bella sepenuhnya sih, Edward juga mempunyai andil atas keruwetan ini.
3. Alice Cullen
Sejak Bella mulai memasuki kehidupan Edward, sikapnya sudah sangat bersahabat dibanding personil Cullen lainnya (selain Edward tentunya). Kemampuannya untuk melihat masa depan sangat membantu Bella dan keluarga Cullen untuk mengantisipasi bahaya yang mengancam mereka. Walaupun tubuhnya kecil mungil – yang terlintas dalam benak ku, kalau Twilight ada versi Indonesianya, si imut Nyctagina yang paling pas untuk peran ini – tapi setiap gerakannya yang seperti menari sangat luwes dan anggun (bahkan untuk ukuran vampir). Dialah si kreatif dalam keluarga. Well, siapa lagi tokoh di balik pesta pernikahan Bella yang indah itu.
4. Seth Clearwater
Woo, ada lagi werewolf di daftar ini. Sulit untuk tidak menyukai Seth. Seperti kata Edward, ia belum pernah menemukan jiwa lain yang semurni dan setulus seperti yang ia lihat dalam pikiran Seth. Walaupun masih terbilang paling muda dalam kawanan werewolf, Seth tidak kalah pemberaninya dengan mereka. Perspektifnya yang masih polos tentang kebaikan dan kejahatan, membuat hubungannya dengan para vampir menjadi tidak masalah - apalagi setelah kerja sama yang gemilang dengan Edward saat melawan Victoria – tidak seperti werewolf-werewolf yang lebih dewasa, dimana unsur ego sangat mempengaruhi mereka.
5. Carlisle Cullen
Dokter vampir baik hati yang tanpa dirinya kisah ini mungkin tidak tidak akan ada. Karena dialah yang menciptakan Edward dan sebagian besar anggota keluarga Cullen lainnya dan yang mendidik mereka agar menjadi vampir “vegetarian” yang tidak membahayakan manusia. Bahkan geng werewolf yang sangat anti vampir merasa segan dan menghormati Carlisle atas komitmennya itu.



3 comments:
wooow.... sampai wahini, ku belum ja mbaca novel atawa nonton film-nya des... huks... ketinggalan jaman lalu nah... eh, dah nonton heri potter 6 lah?
aku belom baca novelnya nih. bagus gak sih?
nonton filmnya, agak kecewa. kalo novelnya jauh lebih bagus daripada filmnya, kepingin baca.
bagus gak sih????
@mbak Elsa:
seru mba` novelnya apalagi jilid-jilid selanjutnya sesudah Twilight itu...yang paling seru yg part terakhir BREAK DAWN itu.... tapi saya rekomendasikan bacanya berurutan, hehehehehe...
yup kalo film nya memang rada2 mengecewakan sih, mba... biasalah kalo film yg diangkat dari buku....
Post a Comment