Pernah dengar lagu Cinta Pertama dan Terakhir yang dinyanyikan Sherina? Sepertinya masih sangat eksis beredar layar kaca maupun mengudara lewat gelombang radio. Pun di dunia maya, macam situs kumpulan lagu atau video.
Bukan tanpa alasan kalo aku sampe seniat ini bikin tulisan tentang lagu ini. Pertama kali mendengarnya sih masih biasa aja. Lumayan enak lah pikir ku waktu itu - nggak nyampe jatuh cinta pada pendengaran pertama
. Terus liat video klip nya di TV masih nggak terlalu memperhatikan juga. Ibaratnya sekedar melirik dan taunya ada pantomim-pantomim gitu. Nah, lama-lama makin didengerin kayanya makin enak nih lagu, maka aku pun tertarik untuk memperhatikan jalan cerita di video klip nya. Dan bisa ditebak....I HEART IT !!!!

So touchy n unique. Jenis favorit ku, dengan narasi sarat makna di dalamnya. Nggak perlu sok-sok`an pake dance vulgar ala barat. Dan cerita itu mengalir dengan begitu lembut dan sederhana melalui gerak-gerik bernuansa seni yang disebut pantomim itu. Yah, walaupun endingnya menyedihkan.....



Mungkin setiap orang punya penafsiran yang berbeda-beda atas lagu dan cerita dalam video ini. Tapi izinkanlah daku untuk mereviewnya dengan hasil telaah ku sendiri, yang kalo diibaratkan cerita pendek kurang lebih begini:
Bukan tanpa alasan kalo aku sampe seniat ini bikin tulisan tentang lagu ini. Pertama kali mendengarnya sih masih biasa aja. Lumayan enak lah pikir ku waktu itu - nggak nyampe jatuh cinta pada pendengaran pertama

So touchy n unique. Jenis favorit ku, dengan narasi sarat makna di dalamnya. Nggak perlu sok-sok`an pake dance vulgar ala barat. Dan cerita itu mengalir dengan begitu lembut dan sederhana melalui gerak-gerik bernuansa seni yang disebut pantomim itu. Yah, walaupun endingnya menyedihkan.....
Mungkin setiap orang punya penafsiran yang berbeda-beda atas lagu dan cerita dalam video ini. Tapi izinkanlah daku untuk mereviewnya dengan hasil telaah ku sendiri, yang kalo diibaratkan cerita pendek kurang lebih begini:
Sebutlah seorang gadis yang memilih hidup dalam cangkang yang dibangunnya sendiri. Mengikat hati dan menutup pintunya bagi orang lain. Entah telah berapa lama ia begitu.
Tiba-tiba hadir sosok yang mampu mengetuk pintu itu, tanpa peringatan sebelumnya. Gerak-gerik aneh di bawah jendela yang mambangkitkan rasa ingin tahu si gadis. Ketika mereka telah bertatap muka, si gadis semakin yakin bahwa lelaki di hadapannya ini memang aneh. Ia tidak berbicara sepatah pun. Hanya bergerak kesana kemari, lalu bergaya seolah memotret si gadis padahal tak ada kamera di tangannya, dan menunjukkan hasil "jepretannya" itu.
Si gadis pun berlalu, ingin masuk kembali ke dalam cangkangnya yg nyaman. Namun lelaki itu tidak menyerah begitu saja. Tanpa lelah mengejar, bahkan ia bawakan layang-layang cantik untuknya. Seperti batu yang retak oleh tetesan air, cangkang keras si gadis mulai meleleh. Perlahan ia membuka pintu hati dan menyambut ajakan lelaki itu untuk bermain.
Dunia baru ini begitu melenakan si gadis, ia bahagia! Bahkan hingga saat sang lelaki mengungkapkan perasaan cintanya (tentu bukan dengan kata-kata), ia menyambutnya dengan suka cita malu-malu. Begitulah, hari-hari indah itu terus berlanjut, mereka berbagi kebahagiaan bersama dalam bahasa tubuh saling memahami satu sama lain.
Sampailah pada suatu momen si gadis mengundang sang pujaan hati untuk bersantap bersama seperti layaknya pasangan kekasih. Hidangan elegan telah disiapkannya sendiri sepenuh hati. Ia sangat berharap sang kekasih menyukainya. Sambil menyesap minumannya sendiri ia pun mempersilakan si lelaki untuk mulai bersantap. Saat selanjutnya membuat si gadis tiba-tiba tersentak. Ya, si lelaki minum, tapi ia hanya bersikap seolah memegang gelas dan meminum udara kosong, sedangkan gelas itu sendiri masih di tempatnya semula. Ia makan dengan lahap, tapi yang ia makan itu tidak terlihat, dengan sendok garpu imajiner. Sementara spaghetti buatan si gadis masih dalam porsinya semula, tertata rapi di atas piring. Si lelaki tidak menyadari tatapan kecewa kekasihnya, melakukan semua itu dengan wajar. Karena bukankah memang seperti itu hari-hari yang mereka lalui selama ini.
Si gadis pun berpikir keras. Ia menyadari ternyata mereka hidup dalam dunia yang sama sekali berbeda, tidak sama seperti sangkaanya selama ini. Lelaki itu tenggelam dalam dunia imajinernya sendiri sehingga tidak bisa lag membedakan antara kenyataan atau khayalan. Si gadis merasa ia sudah tidak mampu lagi mengikuti langkah lelaki itu. Ia tidak bisa hidup seperti itu. Berpura-pura akan adanya sesuatu yang sesungguhnya tidak ada. Dan yang sangat meyakinkannya adalah jika lelaki itu menganggap hidangann darinya hanyalah khayalan, maka dirinya pun berarti hanyalah imajinasi bagi lelaki itu. Maka cerita cinta mereka selama ini ini juga hanya ilusi belaka.
Akhirnya si gadis memutuskan bahwa ia tidak bisa meneruskan kebersamaannya dengan si lelaki. Ia menyampaikan salam perpisahan dengan tanpa kata. Si gadis berjalan tanpa menoleh lagi dengan wajah sedih sang lelaki di belakangnya. Lelaki itu pun berlalu dalam kebisuannya.
Namun kemudian ada sesuatu mengusik langkahnya. Selembar foto tergeletak di jalan. Potret dirinya saat pertama kali bertemu lelaki itu. Selembar bukti bisu bahwa ia adalah gadis istimewa yang benar-benar nyata baginya. Si gadis diliputi penyesalan luar biasa, namun ke manapun ia menoleh mencari-cari sosok aneh itu - sosok aneh yang ternyata sangat ia cintai - ia tidak bisa menemukannya lagi.
Man have their own way to show their feelings,
with meaningful silence..
and man with his ego...
(Quote from: nicholasjeremyhuangchannel)
Hmm, jadi ingin bersenandung...............

sebelumnya tak ada yang mampu
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih
sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
reff:
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku
sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini
sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku saat ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
repeat reff
bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku



7 comments:
whoaaaa... aku juga suka lagu iniiiii... XD
great song! ^^
wuaaaaaah aku juga suka banget! diantara semua lagu sherina, ini yang paling keren (sampe saat ini).
Sherina hebat deh, bisa nulis lagu seindah ini,semoga ke depannya dia makin keren aja lagu lagunya.
aku juga suka... cocok lagu nya buat soulmate :D
ih....kok sama sih suka lagunya Sherina...Apalagi yang liriknya Kaulah cinta pertama dan terakhirku.....bener-bener termehek-mehek...dengerinya
ohoho, sherina lovers berkumpul....
Dia memang berbakat, semoga karya2 nya nanti semakin keren aja
Hehehehe ndak pernah dengar lagunya non...
Btw klo saya liat non mirip sherina deh.... Wkwkwkwkwkwkw
Kan dulu pernah sei bilang... :D
Hehehe, iya hun, ingat ko sei pernah bilang begitu..... Makasih ^_^
Post a Comment