Ketika sedang membaca-baca tulisan dan gambar-gambar tentang kemalangan yang menimpa manusia - sebut saja tulang ringkih bocah-bocah afrika yang hanya berlapiskan kulit, orang-orang cacat, korban bencana alam, dan masih banyak potret lain yang menggiriskan hati



aku jadi berpikir betapa jauh lebih beruntungnya aku. Sudah selayaknya aku bersyukur atas segala yang kumiliki ini dan berbahagia.
Lantas kata "bahagia" ini mengingatkan ku pada suatu cerita lama yang masih berkesan hingga kini. Cerita ini pernah kubaca di buku Chicken Soup for the Teenage Soul pada suatu masa remaja ku. Acil Opah lah (miss you, auntie) yang memperkenalkanku pada buku yang cerita-ceritanya memang serupa sup ayam lezat yg menghangatkan jiwa. Sarat oleh motivasi, menyentuh, dan patut direnungkan. Ini dia cerita indah itu:



Lantas kata "bahagia" ini mengingatkan ku pada suatu cerita lama yang masih berkesan hingga kini. Cerita ini pernah kubaca di buku Chicken Soup for the Teenage Soul pada suatu masa remaja ku. Acil Opah lah (miss you, auntie) yang memperkenalkanku pada buku yang cerita-ceritanya memang serupa sup ayam lezat yg menghangatkan jiwa. Sarat oleh motivasi, menyentuh, dan patut direnungkan. Ini dia cerita indah itu:
RAHASIA KEBAHAGIAAN
Ada fabel indah tentang seorang anak yatim piatu yang tak punya keluarga dan tak ada yang mencitainya. Pada suatu hari, saat ia sedang berjalan-jalan di padang rumput sambil merasa sangat sedih dan kesepian, ia melihat seekor kupu-kupu kecil terperangkap dalam semak berduri. Semakin kuat kupu-kupu itu berjuang untuk membebaskan diri, semakin dalam duri menusuk tubuhnya yang rapuh. Dengan hati-hati anak yatim piatu itu melepaskan kupu-kupu itu dari perangkapnya.Kupu-kupu itu tidak terbang, tapi berubah menjadi peri yang cantik.Anak kecil itu menggosok matanya karena tak percaya.
“Untuk kebaikan hatimu,” peri baik itu berkata pada si anak “Aku akan mengabulkan permintaanmu.”
Si anak kecil berpikir sejenak lalu menjawab, “Aku ingin bahagia!”
Peri itu berkata, “Baiklah,” lalu mencondongkan tubuhnya pada si anak dan berbisik di telinganya. Lalu peri baik itu menghilang.
Saat anak kecil itu tumbuh dewasa, tak ada orang lain yang sebahagia dirinya. Semua orang menanyakan rahasia kebahagiaannya. Ia hanya tersenyum dan menjawab “Rahasia kebahagiaanku adalah aku mendengarkan nasihat seorang peri baik waktu aku masih kecil.”
Waktu ia sudah tua dan akan menemui ajal, tetangganya berkumpul di kamarnya, takut kalau rahasia kebahagiaannya akan dibawa mati.
“Katakanlah pada kami,” mereka memohon “Katakanlah apa yang dikatakan peri baik itu,”
Wanita tua cantik itu hanya tersenyum dan berkata, “Ia memberitahuku bahwa semua orang, tak peduli mereka tampak semapan apapun, setua atau semuda apapun, sekaya atau semiskin apapun, mereka memerlukanku.”
Source: Chicken Soup for the Teenage Soul"DO NOT TRY TO BE THE PERFECT PERSON
TRY TO BE NOT WORTHLESS"
TRY TO BE NOT WORTHLESS"


3 comments:
wah mengharukan sekali
thanks sudah berbagi.
iya mba, sama2....semoga cerita ini dapat memberikan inspirasi......
memang mba kebahagiaan tidak ada yang jual,karena pada dsarnya kebahagiaan memang sudah bawaan dari sononya.jika kita lahir dari pribadi yang penuh cinta , baik terhadap segala macam makhluk hidup ciptaanNya ,insya Allah bahagia akan datang dengan sendirinya ,bukan hukum alam memang demikian adanya jadilah orang -orang yang selalu menganggap spisial pada segala ciptaan Nya ,maka sampai akhir hayatmu kau akan spisial di mata Tuhanmu klo ga percaya sejak saat ini jadikanlah dirimu menjadi seorang peri baik hati dan penuh cinta,pasti hidupmu selalu mendapatkan kebahagiaan karena sebenarnya Allah dan segala perencanaan Nya buat kita adalah motivasi bagi mereka yang pandai mencari hikmah yang ada di dalamnya,Bukannya kalian sudah tahu apa sih yang tidak membahagiakan diri kita itu adalah sesuatu yang tertunda datangnya dalam hidup kita.....kesabaran dan keikhlasan adalah kunci dari kebahagiaan itu sendiri.
Post a Comment