Sunday, May 22, 2011

Percakapan Malam Hujan

Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang, dan payung, berdiri di samping tiang listrik.

Katanya kepada lampu jalan, “Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam.”


“Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara
desah; asalmu dari laut, langit, dan bumi;

kembalilah,
jangan menggodaku tidur. Aku sahabat manusia. Ia suka terang.”

===



Kataku kepada lampu jalan:

"Ah, tidak juga
Saat ini yang dibutuhkan adalah hujan
Merangkul dalam gelap
Padam sajalah!"






Puisi "Percakapan Malam Hujan" dalam Hujan Bulan Juni
oleh Bapak Sapardi Djoko Damono,
my favorite poet ever....

2 comments:

sulae said...

tes kolom komentar....

Deacy said...

Alhamdulillah mau lagi...ternyata ini ya sebabnya.... thanx hun ^^

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...