Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang, dan payung, berdiri di samping tiang listrik.
Katanya kepada lampu jalan, “Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam.”
“Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara desah; asalmu dari laut, langit, dan bumi;
kembalilah, jangan menggodaku tidur. Aku sahabat manusia. Ia suka terang.”
===
Kataku kepada lampu jalan:
"Ah, tidak juga
Saat ini yang dibutuhkan adalah hujan
Merangkul dalam gelap
Padam sajalah!"

Puisi "Percakapan Malam Hujan" dalam Hujan Bulan Juni
oleh Bapak Sapardi Djoko Damono,
my favorite poet ever....
oleh Bapak Sapardi Djoko Damono,
my favorite poet ever....


2 comments:
tes kolom komentar....
Alhamdulillah mau lagi...ternyata ini ya sebabnya.... thanx hun ^^
Post a Comment