Monday, August 22, 2011

Pada Suatu Pagi Hari

Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.

Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.


- Sapardi Djoko Damono, 1973 -

2 comments:

alicevanjava.com said...

Aku juga suka tulisan/puisi beliau, kok bisa ditulis kayak gitu atau emang ada gambarnya ya?

Deacy said...

hehehe, iya belum diedit mba, saya yg bikin gambarnya, cuma resolusinya kurang bagus, ntar ta`edit dulu....btw, lama ga keliatan, mba, welcome back ^^

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...