Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.
- Sapardi Djoko Damono, 1973 -


2 comments:
Aku juga suka tulisan/puisi beliau, kok bisa ditulis kayak gitu atau emang ada gambarnya ya?
hehehe, iya belum diedit mba, saya yg bikin gambarnya, cuma resolusinya kurang bagus, ntar ta`edit dulu....btw, lama ga keliatan, mba, welcome back ^^
Post a Comment